“tanggung jawab kita”

Juli 26, 2010 at 3:03 pm (taujihat, tetes)

Ahad, 11 Juli 2010
Di tengah perjalanan yang melelahkan, menikmati pemandangan sore yang penuh kemacetan, debu dan bising klakson dari kendaraan yang ingin segera sampai ke tujuannya, tampak anak-anak yang sedang bermain “engklek”, teringat masa kecil dulu yang penuh kegembiraan dan keceriaan, lama kupandangi mereka namun tak begitu fokus, karna bayangan masa kecil sepertinya hadir kembali, sepertinya aku pun sedang bermain disana.
Kini ku pandangi mereka kembali, satu persatu, ternyata mereka begitu asyik, namun aku tercengang dengan seorang anak yang sedang berbicara sendiri, sepertinya ia sedang mabuk, tak sadar dengan apa yang ia ucapkan, dan ia asyik mencium bungkusan plastik yang ada di tangannya, masyaAllah seperti orang yang sedang kecanduan barang terlarang, sekali lagi kupandangi bungkusan itu, dan ternyata masyaAllah itu adalah lem kambing, bahkan ternyata ia tak hanya menciumnya, namun ia memakannya dengan perasaan bahagia…ternyata ia sedang “ngelem”…
Oh, sungguh perasaanku semakin hancur karena ternyata temannya yang lain pun sedang memegang tungkusan yang sama, hati ku miris, inikah gambaran anak-anak sekarang, dulu pun aku pernah melihat anak-anak seperti ini di daerah lain di televisi, sungguh memilukan. Hati ini pun bertanya, dimana orangtuanya yang seharusnya bertanggungjawab atas anak-anak tersebut, bertanggungjawab atas masa depan mereka, akhlaq mereka, pendidikan mereka, tidakkah mereka tau bahwa anak itu adalah sebuah amanah?
Ah, aku tak boleh banyak menyalahkan orang lain, tapi ini adalah sebuah pelajaran bagiku, engkau dan kita semua, tua, muda, kaya, miskin, semua dan semuanya, tak ada pengecualian, dan ini merupakan tanggungjawab kita kawan ketika kita mempunyai anak, saudara, tetangga dll. Kita harus mengarahkan mereka pada kebaikan, menuntun mereka dekat dengan Rabb-Nya. Menerangkan yang Haq dan yang Bathil..

3 Komentar

  1. riky said,

    Really very Sad to see ingkungan or t4 town we lived like that. We must do something, something that makes ingkungan is subject to change. Want to wait what else? do anything if only a piece. still a long road for them, hope is still there. keep the spirit.

    Rabbaniyyun `89
    special mailing list Rabbani `89:` 89 fki_rabbani

  2. riky said,

    Really very Sad to see the neighborhood or city t4 we live like that. We must do something, something that makes the environment can be changed. Want to wait what else? do anything if only a piece. still a long road for them, hope is still there. keep the spirit.

    Rabbaniyyun `89
    special mailing list Rabbani `89:` 89 fki_rabbani

    • ayeshanst said,

      iya dek, doakan ya kakak bisa istiqomah dan bisa melakukan perubahan di lingkungan kakak…!!
      jazakallah khaira jazaa’in

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: