My Hero

Januari 20, 2009 at 11:00 am (ushroty)

Beberapa tahun yang lalu, ana terlahir dari rahim seorang ibu yang sangat luar biasa sekali, dan ana pun menyebutnya dengan my hero, yah memang tepat sekali jika sebutan tersebut diberikan kepada seorang ibu, yang selalu mengorbankan seluruh waktu, dan kebahagiaannya untuk anaknya, bahkan ia mau mengorbankan nyawanya, jika itu memang dibutuhkan, subhanallah…….Dari kecil ana terbiasa memanggil “Umak” (bahasa daerah ana)

Ibu, bagi ana adalah sosok yang begitu berperan penting dalam hidup ana, teringat ketika kecil dulu, ketika sakit begitu resahnya ibuku, sampai-sampai lupa dengan kesehatannya sendiri,, ketika ana disakiti oleh orang lain, dana-109 ana menangis mengadu kepadanya, namun Ia mengajariku tentang kesabaran, dan agar tidak membalas dengan hal yang sama kepada mereka,

Setiap hari umak memberikan contoh kepada ana, terutama tentang berislam, dari kecil dibiasakan untuk memulai sesuatu dengan basmalah, dan mengajarkan do’a-do’a sebelum melakukan sesuatu, membiasakan diri untuk dekat dengan Al-Qur’an, membacanya dan menghafalnya,, ana masih ingat ketika ana ingin belajar tentang irama al-Qur’an, ana sungguh malu untuk memulainya, tapi beliau mengatakan “…kenapa mesti malu, kalo malu, kita nggak akan pernah bisa, ayo mulai baca, dan ikuti irama umak…”

Uhibbukun Yaa Ummy

Perhatiannya akan pentingnya menanamkan nilai-nilai Islam dari kecil, membuat ana sangat bangga, dan bersyukur sekali, karna jika saja hal tersebut tidak dibiasakan sedari kecil, ana tidak tahu apa jadinya ana sekarang, mungkin saj akan menjadi anak yang tidak berbakti, dan tidak terbayangkan dalam benak ana. Namun, semua itu tidak terlepas dari peran ayah, yang juga mengajarkan sesuatu dengan kelembutan. Mengajarkan suatu yang bermanfa’at bagi ana. ana masih ingat malam-malam itu, mata ini sudah mengantuk, bahkan sudah setengah sadar, tapi ayah masih saja membacakan buku Terjemahan Bidayatul Mujtahid, dan lain sebagainya, ana merasa bosan, namun ternyata setelah melanjutkan ke sekolah yang selanjutnya, ana merasa ilmu tersebut sangat berguna, sehingga na bisa lebih faham.

Subhanallah! banyak yang ingin diungkapkan dan diceritakan, namun tak sanggup rasanya, karena begitu banyaknya kisah-kisah yang begitu berharga, yang takkan pernah terlupakan…

Terima Kasih Ibu dan Ayah yang telah membimbingku ke dalam kebaikan,,,,

Ana Uhibbukuma….

Iklan

4 Komentar

  1. Nafis Mudrika said,

    Tugas kita sebagai seorang muslim adalah mencintai mereka karena Alloh dan berbakti kepada keduanya. Ibu adalh hero bagi anaknya, aku suka kata2 ini. ^ ^

  2. fathan mubina said,

    ana sangat sepakat. ketika orangtua masih ada kita sering kesal ketika keinginan dan pendapat kita tidak sesuai dengan orangtua. tapi ketika orangtua sudah tidak ada barulah kita menyesal sejadi jadinya. CINTA BARU TERASA INDAH KETIKA SUDAH HILANG…ORANGTUA TERASA BEGITU BERHARGA KETIKA SUDAH TINGGALKAN KITA. bagi antum antunna yang masih punya kedua orangtua hargailah sebelum mengalami apa yang ana alami..kehilangan…

  3. elsa said,

    subhanallah kak
    kaapan k pdg lagi kak
    ?

  4. ayeshanst said,

    elsa…subhanallah
    kapan ya…doakan ya dek, salam buat yang lain…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: