Fawaidu Goddhil Bashar

Februari 22, 2008 at 3:53 am (tetes)

Pandangan adalah awal dari masuknya panah-panah syaithan kedalam hati manusia, kemudian bila tidak bisa menjaga hati atau membentenginya maka, segala macam virus-virus akan menyebar menggerogoti hati, yang memberikan peluang-peluang hati untuk bermakshiyat, maka keluarlah kata-kata yang sebenarnya tiada artinya untuk diucapkan, kemudian janji-janji mungkin kemudian pertemuan selanjutnya akan terjadi,,

Untuk itu kita perlu mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan, oleh karena itu kita harus menundukkan pandangan kita dari hal-hal yang diharamkan, bahkan hal yang makruh juga, walaupun ada yang mengtakan ”hijab” itu ada di hati, namun pandangan adalah awal dari segalanya,,

Menundukkan pandangan dari hal-hal yang diharamkan memberikan 3 Faedah(Menurut Ibnul Qayyim Az-Zaujiyah):
1. merasakan manis dan lezatnya iman, lebih manis dan lebih lezat dari sesuatu yang ditinggalkan karena Mencari Ridha Allah.
”Sesungguhnya, barang siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan menggantikan baginya yang lebih baik”
2. Hati bercahaya dan firasat lebih tajam
”Barang siapa menundukkan lahirnya mengikuti sunnah, batinnya measa selalu dalam pengawasan menahan dirinya dari tekanan syahwat, dan menundukkan pandangannya dari hal-hal yang diharamkan, serta terbiasa dengan makanan halal, maka firasatnya tidak akan salah”
3. Hatinya semakin kuat, teguh, dan berani.
Sehingga Allah menjadikan kekuatan hujjah dengan cahaya-Nya.

Wallahu A’lam,,

”Semoga kelak maa ini bisa menjadi saksi, bahwa ia tidak pernah berani memandang kecuali kepada yang dihalalkan-Nya, dan semoga kelak mata ini menyatakan bahwa ia sering mengeluarkan air mata karena takut kepada-Nya,,,”
Amiiin Ya Rabbal ’Alamiiin

Iklan

2 Komentar

  1. rangtalu said,

    ya!

  2. rijal said,

    Aslkm anti,
    maaf sedikit response di box response ni. Ana cuman mo kasih koreksi buat salah atas penulisan nama ulama pada artikel di atas. Anti menulis : Ibnul Qayyim aZ-Zaujiyyah. Yang benar : Ibnul Qayyim atau Ibnu Qayyim al-Jauziyah. Afwan, atas sedikit koreksi ini apabila anti tidak berkenan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: