tabayyun?!! atau…?

Januari 8, 2011 at 3:55 pm (taujihat)

“eh, kata si anu, fulan dan fulanah ada apa-apanya ya?afwan bukan gosip ya, ana hanya mo tabayyun” tanya si A pada si B

esoknya…si B juga bertanya hal yang sama pada si C dengan kata-kata ini lagi: “eh, bukan maksud ghibah lho” dan seterusnya, hingga kabar itu pun sampai ke si Z, dan ternyata tidak hanya sampai disitu, az, bz, bahkan juga sudah tau dengan isu itu..

setelah ditanya mereka berdalih hanya ingin tabayyun,, namun mereka pun tak punya bukti yang jelas, yang disaksikan oleh mata kepala mereka sendiri…

saudaraku…inikah yang disebut “tabayyun”?!

 

.: mari merenung sejenak :.

Permalink 3 Komentar

“ramadhan…syahrul maghfirah”

Juli 28, 2010 at 3:26 am (taujihat)

Tak terasa kini kita telah berada di penghujung bulan Sya’ban, dan sebentar lagi Ramadhan, bulan yang penuh berkah dan ampunan, sebagian kita ada yang merasa senang dengan penuh keceriaan, karena bulan barokah dan bulan ampunan, bulan yang lebih baik dari seribu bulan itu akan datang, namun ada juga yang bersedih, kenapa? Karena belum benar-benar mempersiapkan untuk menyambutnya, ada rasa penyesalan. Dan tak sedikit pula yang bersedih atau biasa saja ketika Ramadhan akan tiba, dan malah ada yang mengeluh karna tak tahan menahan lapar dan haus, na’udzubillah min dzaalik.
Baca entri selengkapnya »

Permalink 6 Komentar

“tanggung jawab kita”

Juli 26, 2010 at 3:03 pm (taujihat, tetes)

Ahad, 11 Juli 2010
Di tengah perjalanan yang melelahkan, menikmati pemandangan sore yang penuh kemacetan, debu dan bising klakson dari kendaraan yang ingin segera sampai ke tujuannya, tampak anak-anak yang sedang bermain “engklek”, teringat masa kecil dulu yang penuh kegembiraan dan keceriaan, lama kupandangi mereka namun tak begitu fokus, karna bayangan masa kecil sepertinya hadir kembali, sepertinya aku pun sedang bermain disana.
Baca entri selengkapnya »

Permalink 3 Komentar

menjaga keberkahan

Juli 24, 2010 at 11:31 am (tetes)

Ketika kau ingin mencapai sesuatu

dan ketika keinginan itu telah memuncak, tak terbendung

Ketika segala usaha telah kau jalankan

namun sampai detik ini pun kau belum bisa mencapainya

dan ketika kau yakin akan takdir Allah

maka ingatlah, Allah melihat sebuah proses, bukan hasil


Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Seonggok Tanah

Juli 14, 2010 at 4:06 am (taujihat, tetes)

Kau tahu dirimu hanyalah seonggok tanah yang Allah muliakan dengan keimanan…
Tanpanya kau tak berarti apa-apa, jangan kau merasa sombong atas apa yang kau dapat..
Bisa jadi ia adalah mushibah yang akan membawamu ke jurang kehinaan…
Sehingga kau melupkan Tuhan-Mu, dan kau merasa aman karna kau belum ditimpa balasan…
Jangan tunggu kemurkaan Allah menghampirimu..
Segeralah pulang, karna Ia mencintai para tawwaabin…
Yang merasa dirinya hina, dan berlumuran dosa,
sehingga malam-malamnya penuh dengan isak tangis memohon ampuna-Nya
dalam doanya pun tak banyak meminta sesuatu,
seperti do’a-do’a manusia pada umumnya yang meminta harta, istri, anak, dll…
tak bisa ia tak bisa mengucapkannya..
Baca entri selengkapnya »

Permalink 2 Komentar

cahaya harapan

Juli 14, 2010 at 3:56 am (tetes)

Perjalan ini terasaa amat melelahkan, banyak cobaan yang datang menghadang,
Tak jarang terjatuh dan bangkit kembali, perjalanan mencapai satu titik cahaya “nuurullah” yang memberinya harapan, yang akan membimbingnya dalam hidupnya menuju syurga…
namun satu titik cahaya itu belum juga tercapai..
Tidak tau apakah cahaya itu akan tetap menyala dan menunggunya untuk menerangi perjalanan hidupnya yang panjang itu..

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

“Masa itu…”

Februari 7, 2010 at 1:53 pm (Uncategorized)

Setiap manusia akan melewati masa demi masa

Setiap masa punya kenangan tersendiri

susah, senang, suram, bahkan begitu indah

Ya, masa yang begitu indah untuk dikenang

Sehingga sering kali ia ingin kembali ke masa itu

Namun masa itu bukanlah miliknya lagi

Ia tak bisa kembali, walau dengan cara apa pun

Karna itu mustahil

Baca entri selengkapnya »

Permalink 2 Komentar

My Hero

Januari 20, 2009 at 11:00 am (ushroty)

Beberapa tahun yang lalu, ana terlahir dari rahim seorang ibu yang sangat luar biasa sekali, dan ana pun menyebutnya dengan my hero, yah memang tepat sekali jika sebutan tersebut diberikan kepada seorang ibu, yang selalu mengorbankan seluruh waktu, dan kebahagiaannya untuk anaknya, bahkan ia mau mengorbankan nyawanya, jika itu memang dibutuhkan, subhanallah…….Dari kecil ana terbiasa memanggil “Umak” (bahasa daerah ana)

Ibu, bagi ana adalah sosok yang begitu berperan penting dalam hidup ana, teringat ketika kecil dulu, ketika sakit begitu resahnya ibuku, sampai-sampai lupa dengan kesehatannya sendiri,, ketika ana disakiti oleh orang lain, dana-109 ana menangis mengadu kepadanya, namun Ia mengajariku tentang kesabaran, dan agar tidak membalas dengan hal yang sama kepada mereka,

Setiap hari umak memberikan contoh kepada ana, terutama tentang berislam, dari kecil dibiasakan untuk memulai sesuatu dengan basmalah, dan mengajarkan do’a-do’a sebelum melakukan sesuatu, membiasakan diri untuk dekat dengan Al-Qur’an, membacanya dan menghafalnya,, ana masih ingat ketika ana ingin belajar tentang irama al-Qur’an, ana sungguh malu untuk memulainya, tapi beliau mengatakan “…kenapa mesti malu, kalo malu, kita nggak akan pernah bisa, ayo mulai baca, dan ikuti irama umak…”

Uhibbukun Yaa Ummy

Perhatiannya akan pentingnya menanamkan nilai-nilai Islam dari kecil, membuat ana sangat bangga, dan bersyukur sekali, karna jika saja hal tersebut tidak dibiasakan sedari kecil, ana tidak tahu apa jadinya ana sekarang, mungkin saj akan menjadi anak yang tidak berbakti, dan tidak terbayangkan dalam benak ana. Namun, semua itu tidak terlepas dari peran ayah, yang juga mengajarkan sesuatu dengan kelembutan. Mengajarkan suatu yang bermanfa’at bagi ana. ana masih ingat malam-malam itu, mata ini sudah mengantuk, bahkan sudah setengah sadar, tapi ayah masih saja membacakan buku Terjemahan Bidayatul Mujtahid, dan lain sebagainya, ana merasa bosan, namun ternyata setelah melanjutkan ke sekolah yang selanjutnya, ana merasa ilmu tersebut sangat berguna, sehingga na bisa lebih faham.

Subhanallah! banyak yang ingin diungkapkan dan diceritakan, namun tak sanggup rasanya, karena begitu banyaknya kisah-kisah yang begitu berharga, yang takkan pernah terlupakan…

Terima Kasih Ibu dan Ayah yang telah membimbingku ke dalam kebaikan,,,,

Ana Uhibbukuma….

Permalink 4 Komentar

Januari 20, 2009 at 10:52 am (Uncategorized)

tim-suksesi

isi-pooling-untuk-kader1

Permalink 1 Komentar

i’lanat

Januari 20, 2009 at 10:22 am (Uncategorized)

pamflet-kaput-fkipamflet-kaput-fki2

Permalink 2 Komentar

Next page »