Seonggok Tanah
Kau tahu dirimu hanyalah seonggok tanah yang Allah muliakan dengan keimanan…
Tanpanya kau tak berarti apa-apa, jangan kau merasa sombong atas apa yang kau dapat..
Bisa jadi ia adalah mushibah yang akan membawamu ke jurang kehinaan…
Sehingga kau melupkan Tuhan-Mu, dan kau merasa aman karna kau belum ditimpa balasan…
Jangan tunggu kemurkaan Allah menghampirimu..
Segeralah pulang, karna Ia mencintai para tawwaabin…
Yang merasa dirinya hina, dan berlumuran dosa,
sehingga malam-malamnya penuh dengan isak tangis memohon ampuna-Nya
dalam doanya pun tak banyak meminta sesuatu,
seperti do’a-do’a manusia pada umumnya yang meminta harta, istri, anak, dll…
tak bisa ia tak bisa mengucapkannya..
lidahnya sepertinya telah membeku karena merasa tak pantas banyak meminta…
ia hanya ingin “istiqamah dan mengharapkan keidhoan Allah”
ya hanya itu..karna nikmat di atas segala nikmat yang ada adalah nikmat iman..
ya halaawatul iiman…
-ays-



puchsukahujan berkata,
Juli 24, 2010 pada 4:18 am
nice post,,
semoga kesombongan-kesombongan itu bisa lenyap seiring dengan teringatnya kita pada asal mula kejadiannya.
ayeshanst berkata,
Juli 28, 2010 pada 3:50 am
syukron ya ukht,,
salam kenal
amiin ya Rabbal ‘Alamiin