Beberapa tahun yang lalu, ana terlahir dari rahim seorang ibu yang sangat luar biasa sekali, dan ana pun menyebutnya dengan my hero, yah memang tepat sekali jika sebutan tersebut diberikan kepada seorang ibu, yang selalu mengorbankan seluruh waktu, dan kebahagiaannya untuk anaknya, bahkan ia mau mengorbankan nyawanya, jika itu memang dibutuhkan, subhanallah…….Dari kecil ana terbiasa memanggil “Umak” (bahasa daerah ana)
Ibu, bagi ana adalah sosok yang begitu berperan penting dalam hidup ana, teringat ketika kecil dulu, ketika sakit begitu resahnya ibuku, sampai-sampai lupa dengan kesehatannya sendiri,, ketika ana disakiti oleh orang lain, dan
ana menangis mengadu kepadanya, namun Ia mengajariku tentang kesabaran, dan agar tidak membalas dengan hal yang sama kepada mereka,
Setiap hari umak memberikan contoh kepada ana, terutama tentang berislam, dari kecil dibiasakan untuk memulai sesuatu dengan basmalah, dan mengajarkan do’a-do’a sebelum melakukan sesuatu, membiasakan diri untuk dekat dengan Al-Qur’an, membacanya dan menghafalnya,, ana masih ingat ketika ana ingin belajar tentang irama al-Qur’an, ana sungguh malu untuk memulainya, tapi beliau mengatakan “…kenapa mesti malu, kalo malu, kita nggak akan pernah bisa, ayo mulai baca, dan ikuti irama umak…”
Uhibbukun Yaa Ummy
Perhatiannya akan pentingnya menanamkan nilai-nilai Islam dari kecil, membuat ana sangat bangga, dan bersyukur sekali, karna jika saja hal tersebut tidak dibiasakan sedari kecil, ana tidak tahu apa jadinya ana sekarang, mungkin saj akan menjadi anak yang tidak berbakti, dan tidak terbayangkan dalam benak ana. Namun, semua itu tidak terlepas dari peran ayah, yang juga mengajarkan sesuatu dengan kelembutan. Mengajarkan suatu yang bermanfa’at bagi ana. ana masih ingat malam-malam itu, mata ini sudah mengantuk, bahkan sudah setengah sadar, tapi ayah masih saja membacakan buku Terjemahan Bidayatul Mujtahid, dan lain sebagainya, ana merasa bosan, namun ternyata setelah melanjutkan ke sekolah yang selanjutnya, ana merasa ilmu tersebut sangat berguna, sehingga na bisa lebih faham.
Subhanallah! banyak yang ingin diungkapkan dan diceritakan, namun tak sanggup rasanya, karena begitu banyaknya kisah-kisah yang begitu berharga, yang takkan pernah terlupakan…
Terima Kasih Ibu dan Ayah yang telah membimbingku ke dalam kebaikan,,,,
Ana Uhibbukuma….