“Masa itu…”

Setiap manusia akan melewati masa demi masa

Setiap masa punya kenangan tersendiri

susah, senang, suram, bahkan begitu indah

Ya, masa yang begitu indah untuk dikenang

Sehingga sering kali ia ingin kembali ke masa itu

Namun masa itu bukanlah miliknya lagi

Ia tak bisa kembali, walau dengan cara apa pun

Karna itu mustahil

Baca entri selengkapnya »

My Hero

Beberapa tahun yang lalu, ana terlahir dari rahim seorang ibu yang sangat luar biasa sekali, dan ana pun menyebutnya dengan my hero, yah memang tepat sekali jika sebutan tersebut diberikan kepada seorang ibu, yang selalu mengorbankan seluruh waktu, dan kebahagiaannya untuk anaknya, bahkan ia mau mengorbankan nyawanya, jika itu memang dibutuhkan, subhanallah…….Dari kecil ana terbiasa memanggil “Umak” (bahasa daerah ana)

Ibu, bagi ana adalah sosok yang begitu berperan penting dalam hidup ana, teringat ketika kecil dulu, ketika sakit begitu resahnya ibuku, sampai-sampai lupa dengan kesehatannya sendiri,, ketika ana disakiti oleh orang lain, dana-109 ana menangis mengadu kepadanya, namun Ia mengajariku tentang kesabaran, dan agar tidak membalas dengan hal yang sama kepada mereka,

Setiap hari umak memberikan contoh kepada ana, terutama tentang berislam, dari kecil dibiasakan untuk memulai sesuatu dengan basmalah, dan mengajarkan do’a-do’a sebelum melakukan sesuatu, membiasakan diri untuk dekat dengan Al-Qur’an, membacanya dan menghafalnya,, ana masih ingat ketika ana ingin belajar tentang irama al-Qur’an, ana sungguh malu untuk memulainya, tapi beliau mengatakan “…kenapa mesti malu, kalo malu, kita nggak akan pernah bisa, ayo mulai baca, dan ikuti irama umak…”

Uhibbukun Yaa Ummy

Perhatiannya akan pentingnya menanamkan nilai-nilai Islam dari kecil, membuat ana sangat bangga, dan bersyukur sekali, karna jika saja hal tersebut tidak dibiasakan sedari kecil, ana tidak tahu apa jadinya ana sekarang, mungkin saj akan menjadi anak yang tidak berbakti, dan tidak terbayangkan dalam benak ana. Namun, semua itu tidak terlepas dari peran ayah, yang juga mengajarkan sesuatu dengan kelembutan. Mengajarkan suatu yang bermanfa’at bagi ana. ana masih ingat malam-malam itu, mata ini sudah mengantuk, bahkan sudah setengah sadar, tapi ayah masih saja membacakan buku Terjemahan Bidayatul Mujtahid, dan lain sebagainya, ana merasa bosan, namun ternyata setelah melanjutkan ke sekolah yang selanjutnya, ana merasa ilmu tersebut sangat berguna, sehingga na bisa lebih faham.

Subhanallah! banyak yang ingin diungkapkan dan diceritakan, namun tak sanggup rasanya, karena begitu banyaknya kisah-kisah yang begitu berharga, yang takkan pernah terlupakan…

Terima Kasih Ibu dan Ayah yang telah membimbingku ke dalam kebaikan,,,,

Ana Uhibbukuma….

tim-suksesi

isi-pooling-untuk-kader1

i’lanat

pamflet-kaput-fkipamflet-kaput-fki2

Cahaya Allah

mahfudzat21

datang lagi

mmm…

dah lama tidak dibuka dan tidak diperbaharui…

ditunggu saja perubahannya… do’akan!!

afwan buat semua…

duunal maudhu’

………frah jadi ayah ke Padang bulan Agustus?

Ifrah dah kompre kan??

…mmm…pertanyaan yang telah berulang sekali diutarakan ke ana…tapi jawaban hanyalah senyuman dan do’akan saja….di lubuk hati ini, tak ingin ada pertanyaan itu lagi, ingin fokus dengan yang satu ini, karena rasanya belum ada yang dilakukan,,,masih ingin berlama-lama disini…ada saja yang membuat ana betah dan kuat… ruhiyyah…ukhuwah… pengorbanan…mujahadah….

Allahu Akbar!!!

[Bla...bla...bla.. blank:-(.....]

Susahnya Menjaga Hati

Susahnya menjaga hati..
Sedangkan ia adalah pandangan Tuhan..
Ia merupakan wadah rebutan di antara malaikat dan syaithan
Masing-masing ingin mengisi
Malaikat dengan Hidayah
Syaithan dengan kekufuran

Susahnya menjaga hati..
Bila dipuji ia berbunga terasa luar biasa
Bila dicaci aduh..sakitnya..
Pencaci dibenci, bahkan berdendam sampai mati..
Bila berilmu atau kaya, sombong mengisi dada..
Jika miskin atau kurang ilmu, rendah diri pula dengan manusia..
Adakalanya kecewa puncak putus asa..
Ujian yang datang tiada sabar, jiwa menderita..
Dengan kelebihan orang lain hatipun tersiksa..
Kesusahan orang lain, hati menghina
Bahkan terhibur pula..

Menegur suka..
Ditegur hatipun luka
Aduh, susahnya menjaga hati..
Patutlah ia dikatakan raja diri..
Bukankah sifat sombong pakaian Raja…!!!

By. Abuya Syeikh At-Tamimy

Fawaidu Goddhil Bashar

Pandangan adalah awal dari masuknya panah-panah syaithan kedalam hati manusia, kemudian bila tidak bisa menjaga hati atau membentenginya maka, segala macam virus-virus akan menyebar menggerogoti hati, yang memberikan peluang-peluang hati untuk bermakshiyat, maka keluarlah kata-kata yang sebenarnya tiada artinya untuk diucapkan, kemudian janji-janji mungkin kemudian pertemuan selanjutnya akan terjadi,,

Untuk itu kita perlu mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan, oleh karena itu kita harus menundukkan pandangan kita dari hal-hal yang diharamkan, bahkan hal yang makruh juga, walaupun ada yang mengtakan ”hijab” itu ada di hati, namun pandangan adalah awal dari segalanya,,

Menundukkan pandangan dari hal-hal yang diharamkan memberikan 3 Faedah(Menurut Ibnul Qayyim Az-Zaujiyah):
1. merasakan manis dan lezatnya iman, lebih manis dan lebih lezat dari sesuatu yang ditinggalkan karena Mencari Ridha Allah.
”Sesungguhnya, barang siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan menggantikan baginya yang lebih baik”
2. Hati bercahaya dan firasat lebih tajam
”Barang siapa menundukkan lahirnya mengikuti sunnah, batinnya measa selalu dalam pengawasan menahan dirinya dari tekanan syahwat, dan menundukkan pandangannya dari hal-hal yang diharamkan, serta terbiasa dengan makanan halal, maka firasatnya tidak akan salah”
3. Hatinya semakin kuat, teguh, dan berani.
Sehingga Allah menjadikan kekuatan hujjah dengan cahaya-Nya.

Wallahu A’lam,,

”Semoga kelak maa ini bisa menjadi saksi, bahwa ia tidak pernah berani memandang kecuali kepada yang dihalalkan-Nya, dan semoga kelak mata ini menyatakan bahwa ia sering mengeluarkan air mata karena takut kepada-Nya,,,”
Amiiin Ya Rabbal ’Alamiiin

Peran kita dalam dakwah

“Sesungguhnya wanita itu adalah pendamping pria” (HR Ahmad dan Abu Daud).
drhfhy1.jpg
Ketika Rasulullah Saw. diutus ke dunia, beliau bersabda, “Sesungguhnya wanita itu adalah pendamping pria” (HR Ahmad dan Abu Daud).

Sejak saat itu paradigma pemikiran dan perlakuan terhadap wanita berubah seratus delapan puluh derajat. Derajat wanita diangkat dan dimuliakan. Wanita dikatakan sebagai pendamping pria karena pada setiap kesuksesan seorang pria, pasti ada peran wanita yang sangat signifikan. Apakah peran sebagai seorang ibu atau seorang istri. Banyak tokoh-tokoh menjadi penting dan terkenal lantaran ditopang oleh peran wanita. Maka, atas perannya yang demikian, wanita sering disebut sebagai tokoh penting di belakang layar.

Peran wanita Muslimah dalam jihad Rasulullah Saw. amat signifikan. Sebagian besar mereka yang berhijrah ke Habasyah adalah bersama istri-istri mereka. Bahkan sejarah Islam mencatat bahwa manusia yang pertama kali menyambut dakwah Islam adalah seorang wanita, yaitu Khadijah binti Khuwailid, istri Rasulullah Saw. Dan manusia pertama yang syahid di jalan Allah juga seorang wanita, yaitu Sumayyah. Baca entri selengkapnya »

« Entri lama

  • RAUDHAH

    Sponsors

  • obj = new Object;obj.clockfile = "0022-brown.swf";obj.TimeZone = "ICT";obj.width = 135;obj.height = 135;obj.wmode = "transparent";showClock(obj);